Minggu, 25 November 2018

Sistem Pertandingan Seni Ketangkasan Domba Garut

Sistem Pertandingan dalam liga/kontes seni ketangkasan domba terdapat dua sistem pertandingan, yaitu:
  1.   Sistem tanding dalam
Sistem tanding dalam adalah sistem pertandingan dengan mencari pasangan tanding (nyandingkeun) setelah salah satu domba dimasukan ke pakalangan, sistem ini biasanya memakan waktu yang cukup lama dan kurang efektif. Sistem tanding dalam ini biasanya dilakukan dalam kegiatan latihan rutin seni ketangkasan domba Garut setiap minggunya dibeberapa daerah secara bergiliran.
  2.   Sistem tanding luar
Sistem tanding luar adalah sistem pertandingan dengan mencari pasangan tanding (nyandingkeun) sebelum domba di masukan ke pakalangan, sistem ini cukup efektif dalam pengaturan waktu penyelenggaraan. Sistem pertandingan ini adalah sistem pertandingan yang banyak digunakan dalam liga/kontes seni ketangkasan domba. Biasanya di dalam liga/kontes seni ketangkasan domba dilakukan sistem pertandingan luar terbuka, kecuali pada HPDKI Cup sistem yang digunakan adalah sistem tanding luar, tetapi tidak boleh dalam satu wilayah cabang HPDKI.

Setiap pertandingan seni ketangkasan domba garut dibagi ke dalam dua ronde dan masing-masing ronde terdiri dari ronde 1 lima belas kali tumbukan kepala dan ronde 2 lima kali tumbukan kepala. Setiap tumbukan antar kepala adalah pukulan terbaik. Semakin jauh domba mengambil ancang-ancang, maka kian bagus nilai pamidangannya karena benturan yang dihasilkan juga semakin kuat. Penilaian dilakukan setelah pukulan ke delapan. Dalam seni ketangkasan domba jarang terjadi kecelakaan pada ternak domba apalagi sampai terjadi cacat atau mati, sebab setiap pertandingan selalu diawasi oleh : 3 Juri, 1 Dewan Juri,1 Wasit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertunjukan Seni Ketangkasan Domba Garut

      Pertunjukan seni Ketangkasan Domba Garut  tidak dapat dilepaskan dari adanya peranan HPDKI yang telah mengembangkan pertunjukan seni ...