Sistem Pertandingan dalam liga/kontes
seni ketangkasan domba terdapat dua sistem pertandingan, yaitu:
1. Sistem tanding dalam
Sistem tanding dalam adalah
sistem pertandingan dengan mencari pasangan tanding (nyandingkeun) setelah
salah satu domba dimasukan ke pakalangan, sistem ini biasanya memakan waktu
yang cukup lama dan kurang efektif. Sistem tanding dalam ini biasanya dilakukan
dalam kegiatan latihan rutin seni ketangkasan domba Garut setiap minggunya
dibeberapa daerah secara bergiliran.
2. Sistem tanding luar
Sistem tanding luar adalah
sistem pertandingan dengan mencari pasangan tanding (nyandingkeun) sebelum
domba di masukan ke pakalangan, sistem ini cukup efektif dalam pengaturan waktu
penyelenggaraan. Sistem pertandingan ini adalah sistem pertandingan yang banyak
digunakan dalam liga/kontes seni ketangkasan domba. Biasanya di dalam
liga/kontes seni ketangkasan domba dilakukan sistem pertandingan luar terbuka,
kecuali pada HPDKI Cup sistem yang digunakan adalah sistem tanding luar, tetapi
tidak boleh dalam satu wilayah cabang HPDKI.
Setiap pertandingan seni ketangkasan domba garut dibagi ke dalam dua ronde dan masing-masing ronde terdiri dari ronde 1 lima belas kali tumbukan kepala dan ronde 2 lima kali tumbukan kepala. Setiap tumbukan antar kepala adalah pukulan terbaik. Semakin jauh domba mengambil ancang-ancang, maka kian bagus nilai pamidangannya karena benturan yang dihasilkan juga semakin kuat. Penilaian dilakukan setelah pukulan ke delapan. Dalam seni ketangkasan domba jarang terjadi kecelakaan pada ternak domba apalagi sampai terjadi cacat atau mati, sebab setiap pertandingan selalu diawasi oleh : 3 Juri, 1 Dewan Juri,1 Wasit.
Setiap pertandingan seni ketangkasan domba garut dibagi ke dalam dua ronde dan masing-masing ronde terdiri dari ronde 1 lima belas kali tumbukan kepala dan ronde 2 lima kali tumbukan kepala. Setiap tumbukan antar kepala adalah pukulan terbaik. Semakin jauh domba mengambil ancang-ancang, maka kian bagus nilai pamidangannya karena benturan yang dihasilkan juga semakin kuat. Penilaian dilakukan setelah pukulan ke delapan. Dalam seni ketangkasan domba jarang terjadi kecelakaan pada ternak domba apalagi sampai terjadi cacat atau mati, sebab setiap pertandingan selalu diawasi oleh : 3 Juri, 1 Dewan Juri,1 Wasit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar