Pembahasan kehidupan sosial budaya sunda
terdapat dalam tulisan Ajip Rosidi tentang Ciri-ciri Manusia dan Kebudayaan
Sunda yang terdapat pada buku Masyarakat Sunda dan Kebudayaannya dengan editor
Edi S. Ekadjati (1984), yang menyatakan bahwa sepanjang sejarahnya ternyata
masyarakat Sunda selamanya merupakan masyarakat terbuka yang mudah sekali
menerima pengaruh dari luar, tetapi juga kemudian menyerap pengaruh itu
sedemikian rupa sehingga menjadi miliknya sendiri (Ajip Rosidi, dalam
Sedyawati. 1984 : 133).
Orang Sunda merupakan orang yang terbuka terhadap perubahan, akan tetapi bagi orang Sunda suatu kebudayaan dapat ditolak atau diterima tergantung kesesuainnya dengan tradisi dan kebudayaannya. Begitu pun juga dengan keberadaan seni ketangkasan domba Garut. Seni ketangkasan domba Garut ini merupakan bentuk kesenian Sunda yang lahir, tumbuh dan berkembang di wilayah Sunda, yang dalam perkembangannya mendapatkan pengaruh-pengaruh dari kebudayaan lain namun tentunya hal tersebut tidak menghilangkan kepribadian seni ketangkasan domba Garut sebagai bentuk keaslian budaya Sunda. Masyarakat Sunda merupakan masyarakat yang memiliki ciri khas yang unik.
Dalam budaya dapat dikatakan, bahwa yang disebut suku bangsa Sunda adalah orang-orang yang secara turun-temurun menggunakan bahasa-ibu bahasa Sunda serta dalam kehidupan sehari-hari, dan berasal serta bertempat tinggal di daerah Jawa Barat, daerah yang juga sering disebut tanah Pasundan atau Tatar Sunda (Harsojo dalam Zainul Asmawi & Didin Saripudin. 2004 : 177). Mengacu kepada tulisan diatas yang menyatakan bahwa masyarakat Sunda adalah masyarakat yang terbuka dan mudah sekali menerima pengaruh dari luar, hal ini sesuai dengan kajian yang dilakukan peneliti yaitu masyarakat Sunda yang sudah mendapat pengaruh dari kebudayaan lain terutama dalam hal pengunaan bahasa sehari-hari. Sehingga tulisan di atas memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kehidupan dan kebudayaan masyarakat Sunda yang terdapat di Jawa Barat.
Orang Sunda merupakan orang yang terbuka terhadap perubahan, akan tetapi bagi orang Sunda suatu kebudayaan dapat ditolak atau diterima tergantung kesesuainnya dengan tradisi dan kebudayaannya. Begitu pun juga dengan keberadaan seni ketangkasan domba Garut. Seni ketangkasan domba Garut ini merupakan bentuk kesenian Sunda yang lahir, tumbuh dan berkembang di wilayah Sunda, yang dalam perkembangannya mendapatkan pengaruh-pengaruh dari kebudayaan lain namun tentunya hal tersebut tidak menghilangkan kepribadian seni ketangkasan domba Garut sebagai bentuk keaslian budaya Sunda. Masyarakat Sunda merupakan masyarakat yang memiliki ciri khas yang unik.
Dalam budaya dapat dikatakan, bahwa yang disebut suku bangsa Sunda adalah orang-orang yang secara turun-temurun menggunakan bahasa-ibu bahasa Sunda serta dalam kehidupan sehari-hari, dan berasal serta bertempat tinggal di daerah Jawa Barat, daerah yang juga sering disebut tanah Pasundan atau Tatar Sunda (Harsojo dalam Zainul Asmawi & Didin Saripudin. 2004 : 177). Mengacu kepada tulisan diatas yang menyatakan bahwa masyarakat Sunda adalah masyarakat yang terbuka dan mudah sekali menerima pengaruh dari luar, hal ini sesuai dengan kajian yang dilakukan peneliti yaitu masyarakat Sunda yang sudah mendapat pengaruh dari kebudayaan lain terutama dalam hal pengunaan bahasa sehari-hari. Sehingga tulisan di atas memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kehidupan dan kebudayaan masyarakat Sunda yang terdapat di Jawa Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar